Konsinyasi – AKL 1

Perspektif Bisnis dan Skema dari Konsinyasi (Penjualan Titipan)

Konsinyasi atau penjualan titipan memiliki skema dimana seorang produsen atau distributor besar dari sebuah produk bertindak sebagai penitip (consignor) sementara penjual eceran atau agen bertindak sebagai tertitip atau dititipi (consignee), tugas dari consignee adalah menjual barang tersebut kepada konsumen akhir, bilamana barang tersebut tidak terjual (atau expire) maka barang tersebut akan kembali ke produsen (consignor), maka skema dari konsinyasi dapat digambarkan:

Screen-Shot-2017-03-21-at-1.53.55-PM

Keuntungan yang didapat dari consignor dalam skema konsinyasi adalah tidak perlu menyewa toko atau bahkan mempunyai toko untuk menjual barang. Tentu hal ini menjadikan skema konsinyasi menarik bagi produsen. Disisi lain consignor bertanggung jawab atas kualitas produk, atas periklanan dari produknya, karena consignee tidak bertanggung jawab untuk memberikan jasa iklan atas produk tersebut. Karena memang bukan tanggung jawab consignee, apakah barang tersebut terjual atau tidak.

Nah, biasanya bentuk sistem kerjasama ini banyak dilakukan oleh pebisnis makanan, pakaian dan elektronik. Tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk bidang usaha lainnya.

Dan untuk pembagian keuntungannya sendiri biasanya ada beberapa macam dan salah duanya adalah;

  • Consignee akan menjual dengan nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang ia dapat dari si pemilik barang/produk dan selisihnya menjadi laba consignee.
  • Consignor sudah menentukan harga jualnya dan consignee mendapatkan presentase dari barang yang terjual, misal 10% sampai 20%.

Bagi consignee keuntungan yang didapatkan adalah margin yang keuntungan atau komisi penjualan. Sebagai contoh :

  1. Untuk produk dengan harga jual yang dipatok Rp 2.000 kemungkinan consignor memberikan harga jual contohnya Rp 1.500, karena kan resiko atas barang tersebut belum pindah ke consignee.
  2. Consignor saat menitipkan barang sudah menentukan harga jualnya, dalam hal ini biasanya sudah ada perjanjian terlebih dahulu atas pembagian persentase keuntungan.

Semakin bagus image dan brand dari sebuah produk konsinyasi, biasa consignee akan memberikan ruang (space) lebih banyak untuk produk tersebut di gerainya. Contohnya saja, produk makanan (consumer goods) dari Indo*food, ketika produk masih baru diperkenalkan, maka hanya sebagian kecil saja rak atau space dari supermarket yang mau menjajakan barang Indo*food, namun semakin bagus brand dari produk Indo*food maka akan semakin banyak space yang akan disediakan oleh supermarket untuk menjual barang Indo*food.

Kelebihan dan Kekurangan dari Konsinyasi

Kalau ditanya apa sich kelebihan dan kekurangnnya menggunakan sistem konsinyasi? Sebenarnya semua sistem pasti ada kekurangan dan kelebihannya sendiri-sendiri hehe. Tapi baiklah akan saya jabarkan disini apa kelebihan dan kekurangannya sistem penjualan konsinyasi.

Pelaku Kekurangan Kelebihan
Pemilik Produk
  • Kalau Anda salah dalam memilih tenaga penyalur (toko) maka produk Anda dipastikan tidak akan laku atau kalaupun laku akan memakan waktu yang lama
  • Tidak dipromosikan oleh pemilik toko jika pemilik toko tidak menyediakan SPG
  • Dan yang terakhir adalah sistem pembayaran. Anda harus mengikuti sistem pembayarannya mereka. Perbulan ataupun perminggu.
  • Produk bisa dipasarkan leluasa di toko yang sudah memiliki pelanggan, jadi Anda tidak perlu menyediakan uang untuk promosi
  • Anda tidak perlu terjun langsung melayani konsumen
  • Anda bisa lebih fokus mengelola kualitas produk dan melakukan inovasi-inovasi baru.
  • Anda tidak perlu menyediakan SPG
Penyalur (Pemilik Toko)  Tidak ada
  • Mendapatkan keuntungan dari laba penjualan konsinyasi dari produk yang terjual tanpa modal
  • Minim resiko, karena jika barang tidak laku atau rusak tinggal dikembalikan ke pemilik
  • Display produk di toko akan terlihat banyak tanpa Anda harus menambah modal

 

Akuntansi untuk Penjualan Konsinyasi

pengelolaan-keuangan-engineeryourfinances.com_-755x510

Prosedur akuntansi penjualan konsinyasi untuk consignor

Metode terpisah

Di dalam metode ini semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari kegiatan konsinyasi akan disajikan secara terpisah dari rugi laba yang biasa. Untuk memisahkan tersebut maka pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan kegiatan konsinyasi juga harus dipisahkan . Alat yang digunakan untuk mengumpulkan pendapatan dan biaya tersebut adalah rekening “Barang Konsinyasi”. Rekening ini akan di debit dengan biaya yang berhubungan dengan barang konsinyasi dan dikredit dengan pendapatan yang berhubungan dengan barang konsinyasi. Jadi pendebitan dan pengkreditan terhadap rekening   “Barang Konsinyasi” adalah:

Pendebitan :

  • Harga pokok barang konsinyasi yang dikirim
  • Biaya pengiriman barang-barang konsinyasi
  • Biaya yang berhubungan dengan barang konsinyasi yang dibayar oleh consignee akan tetapi ditanggung oleh consignor. Termasuk di dalam kelompok ini misalnya komisi, biaya perakitan dan sebagainya.

Pengkreditan :

Pengkreditan terhadap rekening barang konsinyasi adalah hasil penjualan barang konsinyasi.

Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh consignor hanya mencakup 4 transaksi, yaitu:

  1. Pengiriman barang konsinyasi
  2. Pembayaran biaya angkut (biaya pengiriman) barang konsinyasi
  3. Menerima laporan pertanggungjawaban dari consignee
  4. Menerima pembayaran dari consignee.

Pencatatan terhadap transaksi tersebut adalah:

  • Pengiriman barang konsinyasi

Transaksi ini akan dicatat:

Barang konsinyasi                                           xxx

Persediaan                                                       xxx

  • Pembayaran biaya angkut (biaya pengiriman) barang konsinyasi

Transaksi ini akan dicatat:

Barang konsinyasi                                           xxx

Kas                                                                  xxx

  • Menerima laporan pertanggungjawaban dari consignee

Pada saat menerima laporan pertanggungjawaban tersebut consignor akan mengetahui 3 hal, yaitu:

ü  Penjualan barang konsinyasi

ü  Biaya yang berhubungan dengan konsinyasi

ü  Pembayaran yang akan diterima dari consignee

Transaksi ini akan dicatat:

Piutang- komisioner                            xxx

Barang konsinyasi                               xxx

Barang konsinyasi                               xxx

  • Menerima pembayaran dari consignee

Transaksi ini akan dicatat:

Kas                                                                  xxx

Piutang- komisioner                                   xxx

Metode tidak terpisah

Di dalam metode laba atau rugi dari kegiatan konsinyasi tidak dipisahkan dengan laba (rugi) dari kegiatan yang reguler. Oleh karena itu, biaya dan pendapatan yang berhubungan dengan kegiatan konsinyasi dicampur dengan pendapatan dan biaya yang reguler.

Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh pengamanat di dalam metode ini hanya mencakup 3 transaksi, yaitu:

  1. Pembayaran biaya angkut (biaya pengiriman) barang konsinyasi
  2. Menerima laporan pertanggungjawaban dari consignee
  3. Menerima pembayaran dari consignee

Pencatatan terhadap transaksi tersebut adalah:

  • Pembayaran biaya angkut (biaya pengiriman) barang konsinyasi

Transaksi ini akan dicatat:

Biaya  transport                                               xxx

Kas                                                                      xxx

  • Menerima laporan pertanggungjawaban dari consignee

Pada saat menerima laporan pertanggungjawaban tersebut consignor akan mengetahui 3 hal, yaitu:

ü  Penjualan barang konsinyasi

ü  Biaya yang berhubungan dengan konsinyasi

ü  Pembayaran yang akan diterima dari consignee

Transaksi ini akan dicatat:

Piutang-consignee                            xxx

Biaya                                                    xxx

Penjualan                                           xxx

Apabila perusahaan menggunakan sistem perpetual consignor harus mencatat juga harga pokok penjualan.

  • Menerima pembayaran dari consignee

Transaksi ini akan dicatat:

Kas                                                                  xxx

Piutang-consignee                                        xxx

 

Prosedur akuntansi penjualan konsinyasi untuk consignee

Metode terpisah

Di dalam metode ini semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari kegiatan konsinyasi akan disajikan secara terpisah dari rugi laba yang biasa. Untuk memisahkan tersebut maka pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan kegiatan consignee juga harus dipisahkan . Alat yang digunakan untuk mengumpulkan pendapatan dan biaya tersebut adalah rekening “Barang Komisi”. Rekening ini akan didebit dengan biaya yang berhubungan dengan barang komisi dan dikredit dengan pendapatan yang berhubungan dengan barang komisi. Jadi pendebitan dan pengkreditan terhadap rekening   “Barang Komisi” adalah:

Pendebitan :

Pendebitan terhadap rekening ini terdiri atas:

  • Biaya perakitan
  • Jumlah yang harus dibayarkan kepada consignor

Pengkreditan :

Pengkreditan terhadap rekening barang komisi adalah hasil penjualan barang komisi.

Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh consignee hanya mencakup 4 transaksi, yaitu:

  1. Membayar biaya angkut / perakitan
  2. Menjual barang komisi
  3. Mengirim laporan pertanggungjawaban kepada consignor
  4. Mengirim pembayaran kepada consignor

Pencatatan terhadap transaksi tersebut adalah:

  1. Membayar biaya angkut / perakitan

Transaksi ini akan dicatat:

Barang komisi                         xxx

Kas                                             xxx

  1. Menjual barang komisi

Transaksi ini akan dicatat:

Kas                                          xxx

Barang komisi                       xxx

  1. Mengirim laporan pertanggungjawaban kepada consignor

Transaksi ini akan dicatat:

Barang komisi                         xxx

Utang-consignor                  xxx

  1. Mengirim pembayaran kepada consignor

Transaksi ini akan dicatat:

Utang-consignor                  xxx

Kas                                          xxx

Metode tidak terpisah

Di dalam metode ini laba atau rugi dari kegiatan consignee tidak dipisahkan dengan laba (rugi) dari kegiatan yang reguler. Oleh karena itu, biaya dan pendapatan yang berhubungan dengan kegiatan consignee dicatat seperti halnya pendapatan dan biaya yang reguler.

Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh consignee di dalam metode ini hanya mencakup 3 transaksi, yaitu:

  1. Membayar biaya angkut / perakitan
  2. Menjual barang komisi
  3. Mengirim pembayaran kepada consignor

Pencatatan terhadap transaksi tersebut adalah:

  1. Membayar biaya angkut / perakitan

Transaksi ini akan dicatat:

Utang-consignor                              xxx

Kas                                                           xxx

  1. Menjual barang komisi

Transaksi ini akan dicatat:

Kas                                                      xxx

Penjualan                                          xxx

  1. Mengirim pembayaran kepada consignor

Transaksi ini akan dicatat:

Utang-consignor                              xxx

Kas                                                      xxx

 

Tips Sukses dalam melakukan Bisnis Konsinyasi

alliance

Kesuksesan Anda dalam menjalankan bisnis konsinyasi ditentukan oleh hal-hal berikut:

1. Memastikan model konsinyasi dilakukan dengan toko yang kredibel
Pastikan produk Anda dijual ke tempat yang sesuai dengan target pasar toko tersebut dan kalau memungkinkan, pada toko tersebut tidak terdapat produk jualan dengan jenis yang sama dengan produk Anda supaya lokasi konsinyasi menjadikan produk Anda sebagai opsi pilihan produk jual yang utama.

2. Pastikan produk Anda dapat memenuhi selera pasar yang berlaku
Contohnya jika Anda menjadi distributor fashion, karena bisnis ini lekat dengan selera pasar yang mudah berubah sesuai tren yang berkembang, maka perlu disesuaikan dengan gaya yang sedang laris. Maka dari itu, Anda harus komunikatif dengan partner toko Anda supaya mendapatkan saran evaluasi atas produk berdasarkan tanggapan konsumen toko.

3. Melakukan penambahan jumlah toko yang akan diajak bekerjasama
Semakin banyak toko yang bersedia bekerjasama, maka semakin besar pula omzet penjualan yang didapatkan. Namun dalam hal ini harus diperhatikan bahwa semakin banyak toko yang diajak bekerjasama, maka semakin banyak pula kapasitas produksi yang dibutuhkan, maka perlu perhitungan yang tepat atas stok barang supaya tidak menjadi beban produksi.

4. Menerapkan sistem penambahan diskon atas penjualan berdasarkan jumlah tertentu
Dalam hal ini, model tawaran tersebut merupakan insentif penjualan selain dari model sistem bagi hasil. Prinsipnya, low margin high volume dengan harapan tingkat penjualan akan meningkat.

5. Manfaatkan momen yang tepat untuk menjual produk Anda
Contoh, jika Anda mempunyai usaha kue kering seperti nastar dan lainnya, maka manfaatkan peringatan hari raya sebagai salah satu cara Anda dalam melakukan promosi yang menarik kepada rekan partner toko konsinyasi Anda.
Sumber :

  1. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3349977/5-tips-sukses-berbisnis-konsinyasi
  2. https://akuntansipedia.com/konsinyasi-dari-berbagai-perspektif/
  3. http://www.beeaccounting.com/blog/kelebihan-dan-kekurangan-sistem-penjualan-konsinyasi/
  4. http://aangkuro.blogspot.co.id/2013/12/akuntansi-keuangan-lanjutan-1-konsinyasi.html

3 thoughts on “Konsinyasi – AKL 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s