Bukan Sidang MK!!

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Anyeong Haseo 🙂

Bahas tentang Piranha Squad dulu yaaa…. soalnya sayang banget sama geng squad ini uluuuhhh uluuuhhh…

Sebuah perjuangan yang besar tapi nggak besar-besar banget sih 😀 untuk bisa menyelesaikan kuliah dan mendapatkan gelar A.Md dibelakang nama kita wiiihhh. Sebelum menyandang gelar itu kita harus menyusun Laporan Tugas Akhir, setelah disusun dan Laporan di ACC tapi jangan dipikir dapat tulisan 3 huruf itu mudah yaa hmm sampe nangis-nangis, monda-mandir tempat foto copy-an, bolak-balik nemui pembimbing,  begadang bahkan ada yang nggak tidur buat bisa mendapatkannya, dan setelah itu masih harus menyiapkan diri untuk melakukan Sidang tapi bukan Sidang MK yaa 😀 . 

Nah yang aku ceritakan proses sidang kita aja yaa, kalau proses untuk bisa mendapatkan tulisan huruf ACC tuh haduuuuhhh panjaaang beut…

This slideshow requires JavaScript.

 

– 14 Agustus 2018 (1), Emak dinyatakan lulus dan dia adalah yang lulus pertama kali dari prodi Akuntansi, ihuuu… Kan udah aku bilang to dia itu rajin jadi ya nggak salah kan ya bisa sidang pertama 🙂 . Sebenarnya dia mau ujian ditanggal cantik katanya yaitu tanggaal 8-8-2018 kan cantik to 8 8 8 😀 tapi namanya juga ekspetasi yaa kadang suka beda sama realita dikarenakan salah satu pengujinya nggak bisa jadi harus mundur sampai tanggal 14-8-2018 yaaahhh nggak jadi cantik deh. 

Emak ujian sebagai kloter pertama karena pada hari itu juga ada 3 sosok manusia yang mau sidang. Dia dapat jam pagi, jadi masih fresh semua. Kurang lebih ujian berlangsung selama 1jam. Dilihat dari luar dengan cara ngintip di jendela dia lancar dalam menjelaskannya, masuk ke pertanyaan penguji dia juga terlihat lancar menjawabnya, percaya diri, tapi begitu pas keluar untuk menunggu dosen penguji berdiskusi mukanya pucat sekalii hmmm apa yang terjadi didalam yaa? tanyakan sendiri pada orangnya 😀 silahkan hubungi ke nomor 081salahsatusalahsemua. Nggak lama kemudian dia masuk lagi untuk mendengarkan pengumuman dia lulus atau nggak dalam sidangnya, dan Alhamdulillah EMAK LULUS yeyeyeyeye… Dan member piranha yang lainnya menyambut Emak keluar dari ruangan dengan ucapan “Selamat Emak, Selamat….” sambil ngasih buket bunga, buket jajan, dikalungin slempangnya, dan dipakein mahkota. Emak tuh terkenal dengan selpi nya tiap dimana aja, jadi setelah keluar dia harus abadikan moment dulu deh sama pengujinya cekrek dah selesai.

 

This slideshow requires JavaScript.

– 14 Agustus 2018 (2), Mbak He ujian sebagai kloter kedua setelah Emak. Sebelum masuk dapat kabar buruk bahwa nanti ada pemadaman bergilir, daahhh kepanikan datang apalagi laptopnya kalau nggak dicarger nggak bisa bertahan lama nyala nya. Tapi waktu masuk belum mati listriknya. Masuklah dia ke kelas untuk ujian. Ujian awalnya berlangsung lancar, sampai dipertengahan jalan pet mati sudah listriknya. Salah satu penguji keluar ruangan untuk menanyakan jensetnya apakah bisa dan kuat untuk dinyalakan, Alhamdulillah bisa dan dilanjutkan lagi ujiannya, tapi tak berjalan lama itu menyalanya dan alhasil ujian secara manual sungguh nasibmu mbang. Member piranha lainnya mengintip dari luar kelihatannya berjalan lancar,  but tapi namun mbak He keluar membawa hujan lokal maksudnya nangis hehehe… Bilangnya ada pertanyaan yang nggak bisa dijawab, padahal yaa waktu berangkat dijalan dia belajar sampai di kampus belajar, sambil menunggu waktunya ujian tiba dia juga belajar, wiiihhh rajinnyaaa tapi masih ada pertanyaan yang nggak bisa ke jawab yaa begitulah hidup.

Untuk pengumuman mbak He nggak bisa langsung kayak Emak yang hanya nunggu sebentar, ini harus nunggu aku ujian dulu baru diumumkan karena kebetulan penguji kita sama entah ini takdir atau gimana yaa udahlah muka dibilang mirip, kondisi badan juga nggak jauh beda, nasibnya juga kok bisa sama yaa dari pembimbing dan pengujinya semua sama. Makin degdegan kan tuh, mungkin aja masih nangis juga itu ku tak tahu karena aku harus ujian. Katanya member piranha lainnya dia hanya duduk, merenung, panik, gelisah, campur aduklah pokoknya itu macem gado-gado hmm enaaakk… maklum piranha. Setelah aku selesai ujian, mbak He masuk lagi untuk pengumuman lulus atau tidaknya. Dan menangisnya, paniknya, gelisahnya terbayarkan sudah karena dia dinyatakan LULUS Alhamdulillah Ya Allah… yeyeyeye… 

 

This slideshow requires JavaScript.

– 14 Agustus 2018 (3), Aku (Entif) menjadi peserta sidang kloter terakhir, jam siang, mati lampu pula hmm baiklah udah takdirnya begitu kan yaa. Masuklah aku ke kelas untuk ujian. Diawal ujian masih nyala listriknya artinya jenset masih kuat dan masih berjalan lancarlah ujiannya. Masuk lah aku mempresentasikan ke pembahasan daaannn pet mati sudah, jenset sudah nggak kuat lagi. Sama halnya mbak He tapi ini lebih parah laptopku kalau nggak dicarger mati langsung. Bingung sudah disitu, apa yang harus aku lakukan?? aku meminta izin untuk meminjam laptop member lain yang diluar, begitu aku keluar kaget semua “cepet banget? ada apa? udah selesaikah?” belum kok, aku mau pinjem laptop. Dapat pinjaman laptop mbak He masuklah aku kedalam lagi, apa yang terjadiiii laptop nggak bisa nyala juga matiiiihhh mulai panik, ambil bolpoin ditekan-tekan biar nggak gugup (katanya pak wirausaha sih). Disitu saya menawarkan untuk manual saja daripada harus diundur, dan Alhamdulillah disetujui sama penguji. Lanjutlah itu ujian manual dengan cara dekte, menunjukkan hitungan lewat papan tulis. Mulailah masuk ke pertanyaan penguji, dan Alhamdulillah aku bisa jawab semua pertanyaannya. Berlangsungnya ujianku kurang lebih 1jam juga. Setelah selesai aku keluar dengan keadaan senyum-senyum cengengesan, entah kenapa nggak ada rasa gelisah, panik, gugup, takut mungkin apa yang dikata pak wirausaha itu benar yaa 😀 Yang diluar sampe terheran-heran 😀 bahkan aku sendiri juga heran 😀 . Padahal sebelumnya Emak pucat, mbak He nangis, itu waktu aku masuk mikir nanti aku gimana yaa mereka aja yang rajin kayak gitu jadinya, apalah dayaku yang udah bosen buka buku 😀 jadi belajar sekilasnya aja, baiklah aku pasrah.

Setelah mbak He diumumkan, giliran aku. Dan masuk lagi lah aku ke kelas masih dengan bawa bolpoin buat ditekan-tekan 😀 . Pas diumumin salah satu pembimbing bilang kalau aku “cukup PERCAYA DIRI” Ya Allah setelah sekian lama ada yang bilang aku percaya diri… udahlah disitu aku seneng dalam hati “yakin deh ini pasti lulus” padahal penguji belum selesai menilainya hehehe… 😀 . Dilanjut lagi penilaiannya, pembimbing satunya bilang “kalau jawab pertanyaan, yakin aja jangan takut, ini kan kamu yang buat jadi benar dan tidaknya kamu yang tahu”. Setalah selesai penilaian dan pendapat penguji tentang ujianku, mulailah mengumumkan lulus dan tidaknya aku, karna udah yakin gara-gara dipuji PD tadi yaudah begitu diumukan LULUS aku hanya bilang Alhamdulillah, senyum, salaman sama dosennya, keluar sudah selesai. Padahal ekpetasiku pengennya terharu, nangis tapi nggak bisa 😀

Sama halnya Emak, aku sama mbak He keluar setelah pengumuman juga disambut oleh member piranha lainnya, diucapin selamat, dikasih hadiahnya segala printilan yang udah disiapkan oleh masing-masing member. Karena Emak foto sama penguji jadi kloter kedua dan ketiga juga ngikut-ngikut mengabadikan moment dengan pengujinya, tapi nggak bareng kok 😀 , mentang-mentang pengujinya sama jadi harus sama juga, enggaklah yaa…

This slideshow requires JavaScript.

Setelah selesai, kita bertiga digiring ke depan kampus buat foto-foto dalam keadaan segala jenis jajan nyantol dibadan mulai mahkota jajan, selempang jajan, buket jajan juga yaa ada sih buket bunga, ada juga selempang nama, dan kado lainnya tapi mayoritas jajan semua. Terinspirasi dari kondisi badan kali yaa makanya banyak yang ngasih makanan 😀 . Selesai foto-foto dengan waktu yang cukup lama, yaa maklumlah cewek sekali cekrek tuh rasanya kurang belum nanti yang ah jelek akunya, ah kelihatan gendut gamau, ah aku nggak fokus, ah ah, ada aja kurangnya. Terus pulanglah kita dalam keadaan bahagia tapi nggak bahagia bahagia banget karena masih ada revisi lagi dari penguji 😀

Ohiya, kan kalau buket bunga tuh bisa disimpan buat kenangan (buket bunga imitasi) ini buket jajan gimana nyimpanya nggak dimakan mubazir tapi kalau dimakan nggak bisa disimpen, jadi aku kumpulin deh bungkusnya, sampai sekarang masih ada tuh 😀 nggak tau kalau yang lain. Padahal difoto aja bisa kan yaa nggak harus nyimpen bungkus jajannya juga, tapi aku mau buang bungkusnya sayang e yaudah deh disimpen 😀 .

 

This slideshow requires JavaScript.

– 16 Agustus 2018, giliran Priska yang melakukan sidangnya. Dia ujian pagi dengan pengujinya yang hmm begitulah ISTIMEWA. Masuklah Priska ke kelas sekitar jam 8 kayaknya kalau nggak ya jam 9 untuk ujian kalau salah semua ya sudahlah, sedangkan member piranha lainnya ada yang menunggu diluar, ada yang ngurus Tugas Akhirnya juga, ada yang ujian remidial, dan ada juga yang masih harus keliling beli kado tersangkanya yang nulis blog ini sama kembarannya 😀 . Nggak tau gimana Priska ujiannya soalnya keliling-keliling beli hadiahnya, tapi kayaknya lancar, terus LULUS juga ujiannya Alhamdulillah… yaa meskipun revisinya ada juga tapi kalau udah selesai ujian tuh rasanya lega banget pasti. Seperti biasa selesai ujian, disambut dipakein segala jenis printilan yang udah member lain siapkan, foto-foto dah selesai.

Priska dalam ngerjain revisinya rajin, cepet juga, biar bisa ikut yudisium satu karena dia mau pulang kampung setelah lebaran Idul Fitri nggak pulang kampung, jadi mau Lebaran Idul Adha nya yang dikampung. Tapi namanya juga hidup pasti ada masa sulitnya juga, revisinya perlu kesabaran yang extra dalam mengerjakannya. Kan dosen pengujinya ISTIMEWA jadi revisinya juga harus ISTIMEWA, sampai dibela-belain pinjem bukunya Kaprodi segala loh… sangking ISTIMEWA-nya revisinya 😀 . Tapi perjuangannya nggak sia-sia kok, berhasil juga dia ikut yudisium satu sama halnya 3 manusia yang sudah ujian duluan itu. Tapi sangat disayangkan Priska nggak bisa ikut menjadi tim sukses sidang member piranha yang belum sidang, karena harus pulang kampung.

 

This slideshow requires JavaScript.

– 29 Agustus 2018, Lisa yang akan melaksanakan sidangnya. Dan dia adalah member piranha tersepi penyambutan ehehehe 😀 karena aku sama mbak He nggak bisa  karena harus ke Banyuwangi untuk ikut ABK di PG Glanmore, Priska juga nggak bisa karena udah pulang kampung, jadi yaa tidak bisa ikut serta dalam menjadi tim sukses penyambutan sidang dehh, tapiiiii member yang tersisa pun seperti Emak, Dewi, Wulan, Tiwi nggak nungguin pas sidangnya entah telat atau ada kesibukan lain ku tak tau, sungguh kasihannyaaa  dirimu lis… Alhasil aku sama mbak He ngucapinnya lewat vidcall dehh dan foto-fotonya sama ngasih hadiahnya dibarengin sama member piranha yang ujian sidang selanjutnya 😀 .

Lisa ini yang mendapat dosen super ISTIMEWA dari pembimbing sampe penguji semua ISTIMEWA. Apalagi pengujinya wiiihhh kalau di kelas aja tiap diajar sama beliau ditanyai nggak ada yang berani jawab “siapa disini yang PKL di pabrik gula” krikkrikkrik 😀 sunyi senyaap gitu kalau beliau yang ngajar. Tapi dia bisa melawatinya dengan baik, dengan lancar dan sukses juga lho.. dan Alhamdulillah LULUS juga.  Lisa jugalah yang laporannya paling tebal soalnya +/- 10 perusahaan dia pakek waahhh strong girl 😀 

 

This slideshow requires JavaScript.

– 7 September 2018 (1), Wulan yang melaksanakan sidang ditempat yang berbeda dari yang lain yaitu ruangan kerja salah satu pengujinya. Jadi nggak bisa ngintip gimana jalannya sidang, nggak bisa nyambut pas dia keluar ruangan, hanya bisa menunggu di pinggir jalan depan kampus 😀 . Dalam hidup tuh kadang ada yang lucu, sama seperti hidupnya Wulan dalam menetukan jadwal ujian 😀 dosen penguji satu bisa eh dosen penguji dua nggak bisa karena ke luar kota, terus dosen penguji dua bisa gantian dosen penguji satu yang ke luar kota, mutermuteer kayak es puter jadinyaa wiiiihhh segeeeerrr!! 😀 sampe sekitar 1-2 mingguan baru bisa klop dua dosen pengujinya 😀 kalau kata Fatin Sidqia “kesababaranku diuji, sungguh ku tak peduli, ku tak peduli.. ku tak peduli”

Tapi betewe eniwe buswe dia ujian yang paling cepet, nggak ada satu jam kalau nggak salah sudah keluar, mantaaaapp!!  Katanya yang nanya hanya satu dosen penguji saja yang satunya nggak ada nanya makanya cepet ujiannya dan sebelum ujian dosen pengujinya dibacain mantra jompa-jampi duluu 😀 . Hidupnya Wulan tuh kebanyakan lucunya 😀 yang biasanya kalau sidang begitu keluar ruangan disambut, ini nggak berlaku untuk Wulan, dia yang yang nyamperin kita malahan 😀 Terus yaa seperti bisa, tradisi kalau kalau sudah selesai sidang disambut, diucapin, ngasih kado, ngasih buket dkk, foto-foto, dah selesai 😀

 

This slideshow requires JavaScript.

– 7 September 2018 (2), giliran Dewik yang melaksanakan sidang, member paling sulit dalam perjalanan sidangnya. Udah dalam mengerjakan TA disambi mengerjakan PKL 2 karena nggak selesai-selesai adaa aja revisinya. Dia sidangnya siang hari dengan salah satu pengujinya adalah dosen pembimbing PKL 2 mantaaaapp!! udah PKL 2 belum selesai, ujian sidang TA ketemu lagi kalau kata Afgan “saabar, sabarlah cintaku… hanya sementara…”  Pada waktunya tiba kedua penguji sudah datang, masuklah Dewi ke kelas untuk memulai ujiannya. Kita member piranha lain menunggu di lobby kampus sembari mondar-mandir ngintip dari jendela tapi sedihnya tuh nggak bisa fokus, tepat di depan kelas ada pembangunan taman jadinya berisiiikkk banget sriiiiinnngggg ngiiiiing sriiiiinnngggg ngiiiiing. Ya hampir samalah ujiannya +/- 1jam, dan Alhamdulillah dia dinyatan LULUS meskipun untuk resmi LULUSnya masih harus melewati jalan yang terjal.

Yang paling ribet dalam menyiapkan kadonya ya pas sidangnya Dewi ini. Terlalu banyak kodenya, sampe pas paginya muter-muter demi mendapatkan yang sudah dia kode-in ke kita. Udahlah permintaannya banyak, mahal-mahal lagi yaudah deh pada patungan buat bisa beliin yang dia mau. Kita foto-foto untuk ini beda dari yang lain, yang bisanya di depan kampus khususon untuk Dewi di Taman Bintang. Karena siang hari jadi selesainya menjelang sore ditambah hujan juga, mau foto-foto harus nunggu reda dulu, mau foto-foto di kantin juga gelap-gelap gimana gitu 😀 . Setelah reda mulailah foto-fotonya dengan kado yang segabrek foto-foto cuma orangnya aja ribet, ini ditambah kado yang segabrek dan ukurannya nggak ada yang kecil. Selesai foto-foto dia yang bingung gimana bawa pulangnya kado-kado itu, dalam hatiku “makanya jangan terlalu banyak kode” yaa sebagai teman yang baik hati dan tidak sombong para member piranha turut membantu membawakan ke kosnya.

Keesokan harinya sampe menjelang yudisium 2 ditutup, hidupnya penuh dengan air mata 😀 kalau lihat tuh kasihan tapi kadang tingkahnya emang kurang ajar hmm. Revisi tak kunjung selesai, sampe minta bantuan sama Kaprodi dan masiiih ada aja yang kurang. Ada revisi ke Kaprodi, naik ke lantai 3, turun lagi ke fotocopy-an, balik lagi ke penguji yang ngerevisi, ohiya itu juga dosen pengujinya nggak mau nerima kalau pagi ini revisi siangnya dikumpulkan lagi, harus hari besoknya kan makin lama kalau gitu.. haduuuhhh. Sampe hari terakhir yudisium masih tetep belum selesai, sampe-sampe Kaprodi bilang “revisi kayak gini tuh bukan ranahnya penguji”. Kebetulan hari terakhir yudisium 2 pas hari Jum’at, jadilah itu Jum’at Barokah untuk Dewi. Entah dapat ide dari mana, dia melakukan aksi yang fantastis dan tak terduga-duga, akhirnya bisa mengumpulkan syarat yudisium meskipun laporan belum selesai, sakti mandraguna 😀

Sampai malam hari tiba belum selesai juga urusan laporan. Sebelum pulang Dewi, dan beberapa anggota piranha yang menemani (aku, mbak He, Tiwi) ada juga Kris dan Hari mampir makan dulu. Pada hari Seninnya Dewi masih harus berurusan dengan TA nya, padahal kan yudisium udah ditutup kan yaa, tapi khususon Dewi masih harus berjuang untuk laporan TA nya. Setelah perjuangan yang cukup berat, akhirnya bisa selesai juga Alhamdulillah…

 

This slideshow requires JavaScript.

– 10 September 2018, Tiwik sebagai member terakhir yang melaksanakan sidang. Sidang ini juga penuh drama. Sebelum sidang ada acara sakit segala, yaa begitulah kalau punya hobi pingsan, hobi sakit, jadi sebelum sidang harus menginap di hotel berbintang dulu alias rumah sakit. Bukan cewek namanya kalau nggak ribet, ada rumah sakit yang deket dengan kosnya, tapi nginepnya rumah sakit yang jauuuh sekali sangat dari kosnya udah gitu masuk-masuk gang lagi hmm. Entah berapa hari dia menginap disana, belum waktunya pulang dia memaksa pulang. Mungkin kepikiran terus karena belum sidang kali yaa. Akhirnya hari dia sidang tiba, masih dalam kondisi sakit kayaknya. Tapi dia bisa melakukannya dengan baik dan LULUS juga Alhamdulillah…

Sama seperti Wulan, sebelum ujian dibacakan mantra jompa-jampi dulu biar nggak banyak ditanyai dan cepet selesainya. Yang kasihannya dia keluar ujian nggak ada yang ngasih sambutan, udah sakit pula howalah wik wik. Setelah Tiwi keluar kelas seperti biasa dikasih kadonya, foto-foto, dah selesai. Foto-fotonya terlalu banyak permintaan, harus ditata dulu kado-kadonya, beginilah, begitulah, yang ini disini, yang itu disitu, haduuuhhh wanita. 

Senasib seperjuangan dengan Dewi tapi nggak seberat Dewi, Tiwi pun mesti perlu perjuangan ekstra dan penuh air mata 😀 untuk mengerjakan revisi TA dari pengujinya. Sampe hari terakhir yudisium masih tetep ada aja revisinya. Dikerjakannya revisinya barengan dengan Dewi di lobby kampus, aku sama mbak He turut menemaninya serta ada juga 2 cowok Kris dan Hari yang juga sedang menyelesaikan revisinya. Siang hari menjelang sore akhirnya laporannya Tiwi di ACC, dicetak dan dibukukan, dikumpulkan berkas-berkas yudisiumnya, dan selesai. Alhamdulillah…

 

Begitulah suka duka sidang Tugas Akhir member piranha, dan Alhamdulillah kita semua bisa LULUS…

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Khamsahamnida 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Bukan Sidang MK!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s