Laporan Keuangan Konsolidasi : Perubahan Kepemilikan

Perihal-Transfer-Hak-Kepemilikan-Rumah-

PENGERTIAN DAN PENGARUH ADANYA PERUBAHAN HAK MILIK PERUSAHAAN

 Penggabungan usaha merupakan usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomi.

Perubahan dalam saldo rekening investasi saham-saham perusahaan anak dalam hal ini tidak disebabkan oleh perubahan nilai investasi seperti halnya pada metode equity.Tetapi perubahan itu disebabkan oleh bertambah atau berkurangnya jumlah relativepemilikan saham dari jumlah saham-saham perusahaan anak. Perubahan- perubahan semacam ini tidak saja disebabkan oleh pemilikan saham perusahaan anak yang dilakukan secara bertahap, akan tetapi banyak hal- hal lain yang mengakibatkan perubahan yang serupa.

Hal yang mengakibatkan perubahan-perubahan hak pemilikan dan pengaruhnya terhadap penyususnan neraca konsolidasi, antara lain:

  • Pembelian saham perusahaan anak dilakukan lebih dari satu kali, hak kontrol diperoleh sejak saat pembelian saham pada tahap pertama.
  • Pembelian saham perusahaan anak dilakukan lebih dari satu kali, hak kontrol diperoleh baru stelah beberapa tahap pembelian saham.
  • Pembelian dan penjualan kembali sebagian dari saham-saham perusahaan anak yang dimiliki perusahaan induk.
  • Emisi saham dan atau penarikan kembali saham-saham perusahaan anak yang mempengaruhi hak-hak pemilikan perusahaan induk.
  • Transaksi-transaksi saham yang ditarik dari peredaran (Treasury Stock) pada perusahaan anak.

laporankeungan

PERLAKUAN AKUNTANSI UNTUK PEMBELIAN DAN PENJUALAN KEMBALI SEBAGIAN DARI SAHAM PERUSAHAAN ANAK YANG DI MILIKI PERUSAHAAN INDUK

Meskipun tujuan pemilikan saham-saham pada perusahaan anak tidak untuk diperjualbelikan, akan tetapi dalam keadaan tertentu perusahaan induk dapat menjual kembali sebagian dari saham-saham perusahaan anak yang telah dimilikinya. Apabila hal ini terjadi, berarti akan mengurangi tidak saja hak pemilikannya pada perusahaan anak melainkan juga nilai investasinya. Pengaruh berkurangnya hak pemilikan dapat segera ditentukan dengan mudah karena berhubungan dengan jumlah lembar saham-sahamnya, sehingga tidak menimbulkan banyak masalah didalam penyusunan neraca konsolidasi selanjutnya, setelah terjadinya penjualan saham-saham tersebut.

Akan tetapi tidak demikian halnya dengan berkurangnya nilai investasi, khususnya apabila saham-saham perusahaan anak itu semula diperoleh melalui beberapa tahap pembelian dan dengan harga (perolehan) yang berbeda-beda.

PERLAKUAN AKUNTANSI UNTUK EMISI SAHAM DAN PENARIKAN KEMBALI SAHAM PERUSAHAAN ANAK YANG DIPENGARUHI HAK KEPIMILIKAN PERUSAHAN INDUK

Hak pemilikan saham oleh perusahaan induk pada perusahaan anak bisa berubah-ubah, tidak saja di sebabkan oleh transaksi pembelian dan penjualan saham-saham yang bersangkutan oleh perusahaan induk melainkan juga transaksi modal ( saham ) yang terjadi pada perusahaan anak sendiri.

Transaksi-transaksi modal (saham) pada perusahaan anak akan mempengaruhi secara tidak langsung pada bagian pemilikan perusahaan induk. Pengeluaran saham-saham baru (emisi saham) oleh perusahaan anak misalnya, akan mengakibatkan berkurangnya hak-hak pemilikan perusahaan induk, apabila atas emisi saham tersebut perusahaan induk tidak berhasil memperoleh/memiliki saham-saham yang baru tersebut sama dengan prosentase pemilikannya semula.

Dilain pihak penarikan kembali (pelunasan) sebagian modal saham oleh perusahaan anak pada pemegang saham minoritas akan berakibat kenaikan terhadap prosentase pemilikan saham bagi perusahaan induk. Perubahan hak-hak pemilikan yang disebabkan oleh terjadinya perubahan pada struktur permodalan perusahaan anak, memerlukan perhatian dan analisa khusus dalam rangka penyusunan neraca konsolidasi.

PERLAKUAN AKUNTANSI TRANSAKSI LAINNYA YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN HAK PEMILIKAN.

Transaksi-transaksi saham yang ditarik dari peredaran (treasury stock) pada perusahaan anak. Perusahaan menarik kembali dari peredaran terhadap modal sahamnya, akan tetapi tidak dimaksudkan sebagai pelunasan melainkan untuk dijual kembali.  Saham-saham yang ditarik dari peredaran biasanya dicatat sesuai dengan harga perolehannya (harga belinya). Apabila perusahaan induk membeli sebagian besar saham-saham perusahaan anak, dan ada sebagian saham perusahaan anak yang ditarik dari peredaran, maka hak pemilikan perusahaan induk dihitung berdasar atas jumlah saham yang beredar.

Hibah-dan-bantuan-sosial

PERUBAHAN KEPENTINGAN KEPEMILIKAN DARI TRANSAKSI SAHAM PERUSAHAAN ANAK.

Penerbitan saham perusahaan anak merupakan suatu memperluas operasi perusahaan anak melaui pembiayaan eksternal. Operasi perusahaan anak juga diperluas melalui penerbitan saham perusahaan anak ke pada publik.

Kepemilikan perusahaan induk/investor dalam perusahaan anak/investee akan berubah akibat perusahaan anak menjual saham tambahan atau melalui pembelian saham miliknya. Pengaruh aktifitas seperti ini terdapat perusahaan induk/investor tergantung pada harga ketika saham tambahan dijual atau saham treasury dibeli dan pad apakah perusahaan induk terlibat secara langsung dalam transaksi dengan perusahaan anak.

a. Penjualan Saham Tambahan oleh Perusahaan Anak.

Penjualan saham tambahan oleh perusahan anak akan mengubah presentase kepemilikan perusahaan induk dalam perusahaan anakkecuali saham yang dijual kepada perusahaan induk dan pemegang saham minoritas proposional dengan kepemilikikannya. Penjualan saham tambahan secara langsung kepad perusahaan induk akan meningkatkan kepemilikan perusahaan induk mengurangi kepemilikan pemegang saham minoritas. Penerbitan saham tambahan kepada pemegang saham minoritas atau entitas luar oleh perusahaan anak akan menurunkan presentasi kepemilikan perusahaan indukdan meningkatkan kepemilikan pemegang saham minoritas.

b. Transaksi Saham Treasury oleh Perusahaan Anak.

Akuisisi saham treasury oleh perusahaan anak mengurangi ekuitas perusahaan anak dan saham yang beredar perusahaan anak. Jika perusahaan anak mengakuisisi saham treasury dari pemegang saham minoritas pada nilai buku, tidak ada perubahan yang terjadi pada bagian perusahaan induk atas ekuitas perusahaan anak meskipun presentase kepemilikan perusahaan induk meningkat. Pembelian saham miliknya sendiri dari pemegang saham minoritas dengan harga di atas atau dibawa nilai buku akan menurunkan atau meningkatkan bagian perusahaan induk atas nilai buku perusahaan anak dan waktu yang sama meningkatkan presentase  kepemilikan perusahaan induk.

Transaksi saham treasury yang selalu sering dan tidak singifikan oleh perusahaan anak cenderung  dioffset dengan pembelian dan penjualan serta tidak memerlukan penyesuaian seperti yang telah diilustrasikan.

 

Sumber :

  1. http://tieqhaagustincliq.blogspot.co.id/2014/05/pengaruh-adanya-perubahan-hak-pemilikan.html
  2. http://rinaldy-tuhumury.blogspot.co.id/2011/03/konsolidasi-perubahan-kepemilikan.html
Advertisements

Produksi dan Produktivitas Perkebunan Teh di Sumatera Utara

perkebunan-teh

Teh adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi dunia. Teh diduga berasal dari Tiongkok tempat teh telah dikonsumsi selama ribuan tahun. Sekitar abad ke-16, waktu Portugis memperluas kekuasaan mereka, minuman ini diimpor ke Eropa dan segera menjadi populer sehingga Portugis dan Belanda kemudian memutuskan untuk mendirikan perkebunan-perkebunan teh skala besar di koloni-koloni mereka di daerah tropis.

Temperatur dan kelembaban yang konstan adalah keadaan ideal untuk pertumbuhan tanaman teh. Kondisi tersebut dapat ditemukan di wilayah iklim tropis dan subtropis di Asia tempat lebih dari 60% teh dunia diproduksi. Dataran tinggi yang dingin merupakan tempat paling baik untuk memproduksi daun teh berkualitas tinggi. Tanaman teh dapat dipanen untuk pertama kalinya setelah mencapai usia kira-kira empat tahun. Ketika panen, hanya daun-daun muda yang dipilih, mengimplikasikan bahwa pemetikan manual lebih efisien dibandingkan menggunakan peralatan mesin. Karenanya, produksi teh adalah bisnis padat tenaga kerja.

Perkebunan Teh Rakyat

Karena tidak ada perkebunan teh rakyat di Sumatera Utara, jadi produksi dan produktivitas juga tidak ada.

Perkebunan Teh milik Perusahaan BUMN

kementan-tingkatkan-produksi-dan-mutu-teh-nasional

Produksi & Produktivitas perkebunan teh milik Perusahaan BUMN di Sumatera Utara adalah sebagai berikut :

  1. Produksi teh selama tahun 2015 adalah sebanyak 6.948 ton dan untuk produktivitasnya sebesar 2.470 kg/Ha.
  2. Produksi teh selama tahun 2016 adalah sebanyak 6.826 ton dan untuk produktivitasnya sebesar 2.433 kg/Ha.
  3. Produksi teh selama tahun 2017 adalah sebanyak 6.814 ton dan untuk produktivitasnya sebesar 2.431 kg/Ha.

Perkebunan Teh milik Perusahaan Swasta

3323b12b-9e3c-4ef1-9574-c3818b237d28

Produksi & Produktivitas perkebunan teh milik Perusahaan Swasta di Sumatera Utara adalah sebagai berikut :

  1. Produksi teh selama tahun 2015 adalah sebanyak 163 ton dan untuk produktivitasnya sebesar 1.032 kg/Ha.
  2. Produksi teh selama tahun 2016 adalah sebanyak 142 ton dan untuk produktivitasnya sebesar 926 kg/Ha.
  3. Produksi teh selama tahun 2017 adalah sebanyak 139 ton dan untuk produktivitasnya sebesar 942 kg/Ha.

 

Sumber :

  1. http://ditjenbun.pertanian.go.id/tinymcpuk/gambar/file/statistik/2017/Teh-2015-2017.pdf
  2. https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/teh/item240?

Luas Areal Perkebunan Teh di Sumatera Utara

04-zs-tea_159-ab

Perkebunan Teh Rakyat

Perkebunan teh rakyat di Sumatera Utara tidak ada.

Perkebunan Teh milik Perusahaan BUMN

Kebun-Teh-Wonosari-Lawang

Luas areal perkebunan teh milik Perusahaan BUMN di Sumatera Utara  adalah sebagai berikut :

  1. Pada tahun 2015 adalah seluas 3.904 Ha.
  2. Pada tahun 2016 adalah seluas 3.894 Ha.
  3. Pada tahun 2017 adalah seluas 3.896 Ha.

Perkebunan teh milik Perusahaan BUMN di Sumatera Utara selalu mengalami kenaikkan selama tiga tahun terakhir.

Perkebunan Teh milik Perusahaan Swasta

Kebun-Teh-Kayu-Aro

Luas areal perkebunan teh milik Perusahaan Swasta di Sumatera Utara adalah sebagai berikut :

  1. Pada tahun 2015 adalah seluas 274 Ha.
  2. Pada tahun 2016 adalah seluas 266 Ha.
  3. Pada tahun 2017 adalah seluas 256 Ha.

Perkebunan teh milik Perusahaan Swasta di Sumatera Utara selama tiga tahun terakhir mengalami penurunan.

Sumber :

http://ditjenbun.pertanian.go.id/tinymcpuk/gambar/file/statistik/2017/Teh-2015-2017.pdf

Laporan Keuangan Konsolidasi : Masalah Khusus

 

Laporan Konsolidasi masalah khusus adalah Laporan Keuangan gabungan antara perusahaan induk dan perusahaan anak, dimana dalam Laporan Keuangan tersebut terdapat masalah-masalah khusus dalam pembukuan Laporan Keuangan induk dan anak.

Laba antar Perusahaan yang Berafiliasi

001_2.jpg.png

Selama perusahaan – perusahaan yang bergabung melakukan jual beli  berupa  barang atau jasa yang dihasilkan maupun harta tak bergerak untuk fasilitas pabriknya maka akan terjadi laba atau rugi bagi pihak yang menjual. Akan tetapi sesuai dengan tujuan dan konsepnya didalam penyajian laporan keuangan yang dikonsolidasi, maka laba rugi yang timbul sebagai akibat adanya transaksi antar perusahaan tersebut tidak boleh diakui. Dalam hal ini jual beli barang, jasa maupun harta tak bergerak itu dipandang semata-mata sebagai perpindahan pengelolaan saja, dan oleh karenanya tidak ada alasan apapun untuk menaikkan / menurunkan nilai ataupun mengakui timbulnya laba rugi dari barang,jasa maupun harta tak bergerak yang bersangkutan. Kecuali apabila barang, jasa maupun harta tak bergerak itu oleh pihak yang membeli telah dijual kembali kepada pihak lain diluar hubungan afiliasinya.

Laba atas sediaan

Penjualan oleh Induk
Dengan penguasaan saham sebesar 100% dan kurang dari 100%. Semua perusahaan baik menggunakan metode equity maupun metode cost, system pencatatannya adalah sama.
Penjualan oleh Anak
1. Penguasaan 100% Dicatat dengan 2 metode yaitu :

Metode Harga Perolehan

Laba atas barang dagangan baru diakui pada perusahaan anak, sedangkan pada perusahaan induk belum mengakui bagian atas laba yang terjadi. Oleh sebab itu rekening lawan atas kredit pada persediaan barang dagangan PT. Induk seluruhnya dibebankan pada saldo LYD, PT. Anak.

Metode Equity.

Pengakuan terhadap laba atas barang dagangan tidak saja pada buku PT. Anak melainkan juga PT. Induk . jadi pada metode ini PT. Induk telah menngakui jumlah laba tersebut. Oleh sebab itu eliminasi terhadap laba atas barang dagangan dan penurunan nilai persediaan barang dagangan dapat dilakukan dengan :

2. Penguasaan <100%

Eliminasi terhadap laba yang telah diakui atas laba dari transaksi antara PT. Anak dan PT. Induk harus dialokasikan sesuai dengan hak atas laba masing-masing pemegang saham. Dalam hal PT. Induk mempunyai hak atas laba sedang selebihnya dibebankan pada pemegang saham minoritas pada PT. Anak.

Metode Harga Perolehan

Bagian laba atas barang dagangan belum dicatat pada buku PT. Induk , melainkan baru dicatat pada buku PT. Anak. Oleh sebab itu seluruh jumlah laba yang timbul harus dikurangkan dari saldo LYD PT. Anak, sebagai rekening lawan dari penurunan nilai barang dagangan yang ada pada PT. Induk menjadi harga pokoknya semula.

Metode Equity

Pada metode ini buku-buku PT. Induk telah diakui bagian atas laba dari barang dagangan tersebut. Oleh sebab itu rekening lawan dari pengurangan nilai persediaan barang dagangan adalah debit masing-masing saldo LYD PT. Induk dan PT. Anak yang merupakan hak atas bagian laba para pemegang saham minoritas.

Laba Aktiva yang akan disusutkan

Penjualan aktiva tetap antar perusahaan yang harus disusutkan mengakibatkan keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi yang direfleksikan dalam akun – akun afiliasi penjual. Pengaruh dari keuntungan dan kerugian tersebut dieliminasi dari laporan keuangan perusahaan induk dan perusahaan anak sampai keuntungan dan kerugian tersebut direalisasi oleh entitas yang digabungkan melalui penjualan kepada entitas lain atau melalui penggunaan dalam entitas yang digabungkan.

 

Pembelian Saham Langsung dari Perusahaan Anak

8f56f178bb.jpg

Untuk memperoleh posisi pengendalian dalam suatu perusahaan dapat dilakukan dengan pemilikan saham-saham perusahaan tersebut. Cara pemilikan itu dapat dilakukan dengan:

  • Membeli saham-saham perusahaan para pemegang saham.
  • Membeli seluruh saham perusahaan secara langsung dari perusahaan itu pada waktu saham-saham dikeluarkan.

 

Perusahaan Anak dengan Saham Preferen & Saham Biasa

saham-pasar.jpg

Apabila pengendalian diperoleh dalam sebuah perusahaan anak, yang telah menerbitkan saham preferen dan saham biasa, maka modal perusahaan anak ini perlu dibagi menurut masing-masing jenis saham ini. Pembagian ini dibutuhkan pada tanggal pengendalian diperoleh dan sesudah itu secara berkala pada waktu Laporan Konsolidasi disusun. Perubahan dalam ekuitas yang ditetapkan pada pemegangan tertentu perusahaan induk, kemudian dapat ditetapkan dalam pengembangan Laporan Konsolidasi.

Prosedur yang diikuti dalam penetapan modal saham preferen dan saham biasa sama dengan prsedur yang diikuti dalam menghitung nilai buku saham preferen dan saham biasa. Hak-hak dan prioritas dari masing-masing jenis saham harus dianalisis dengan seksama. Bagian modal yang berkaitan dengan saham preferen dikalkulasi terlebih dahulu. Jumlah ini kemudian dikurangkan dari total modal untuk menetapkan modal yang menyangkut saham biasa.

Para pemegang saham preferen mempunyai prioritas tambahan pada pembagian modal perusahaan. Dengan mempertimbangkan prioritas ini, maka saham preferen dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Saham Preferen Kumulatif, Partisipasi
  2. Saham Preferen Kumulatif, non-Partisipasi
  3. Saham Preferen non-Kumulatif, Partisipasi
  4. Saham Preferen non-Kumulatif, non-Partisipasi

 

Deviden Saham (Stock Deviden) oleh Perusahaan Anak

pengertian-deviden-adalah

Deviden yang dibagikan dalam bentuk saham tidak mempengaruhi total modal suatu perusahaan. Deviden saham seperti ini juga tidak mengubah masing-masing jenis ekuitas para pemegang saham. Dengan demikian, perusahaan induk tidak harus menetapkan sesuatu perubahan dalam saldo perkiraan investasinya atau dalam perkiraan pendapatan pada penerimaan deviden saham. Akan tetapi, perusahaan induk harus membuat ayat jurnal memorandum untuk mencatat lembar saham tambahan yang diterima sebagai deviden.

 

Laba/Rugi dari Transaksi antar Perusahaan yang Berafiliasi

profit-loss-shutterstock-101550217

 

Apabila barang dagangan yang dibeli dari pihak yang ada hubungan afiliasi dan barang tersebut masih termasuk didalam persediaan dipihak pembeli, pada saat laporan keuangan konsolidasi disusun, berarti laba/rugi dan kenaikan/penurunan nilai barang dagangan yang telah diakui dalam laporan keuangan individual pihak penjual belum atau tidak seluruhnya direalisasikan. Sebab hal ini hanya merupakan perpindahan tempat pengolalaan saja apabila dilihat dari segi ekonomi untuk perusahaan induk dan anaknya.

 

Pemegangan Obligasi antar Perusahaan

237fe8c75ca51.jpg

Perolehan obligasi sebuah perusahaan afiliasi yang satu oleh perusahaan afiliasi yang lain menimbulkan hubungan debitor-kreditor.

Pemegangan obligasi antar perusahaan harus dieliminasi. Investasi dalam obligasi dapat diimbangi dengan hutang obligasi, dan hanya obligasi yang dipegang oleh pihak luarlah yang harus dilaporkan dalam neraca konsolidasi. Akan tetapi, mengingat kenyataan bahwa obligasi yang dipegang dalam kelompok afiliasi dapat dijadikan jaminan atau diterbitkan kepada pihak-pihak luar. Dengan demikian, ini merupakan sumber lancar uang kas, maka dikehendaki untuk melaporkan secara tersendiri pemegangan sebagai pengurangan dari seluruh jumlah obligasi yang diterbitkan. Apabila prosedur ini diikuti, maka baik saldo investasi obligasi maupun saldo kewajiban dicantumkan dalam kolom-kolom neraca konsolidasi pada lembar kerja (neraca lajur).

 

 

Sumber :

  1. Drebin, Allan R. 1999. Advanced Accounting (Akuntansi Keuangan Lanjutan).Edisi ke-5. Jakarta : Erlangga.
  2. http://dinartemagiacinta.blogspot.co.id/2016/11/laporan-keuangan-konsolidasi-masalah.html
  3. http://uwiewietha.blogspot.co.id/2014/04/pengertian-laporan-keuangan-konsolidasi.html

Produksi dan Produktivitas Perkebunan Karet di Sumatera Utara

karet-stabil-240117-bcs-2

What is Karet?

Karet adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan. Sumber utama produksi karet dalam perdagangan internasional adalah para atau Hevea brasiliensis (suku Euphorbiaceae).

Sheet Karet

Proses Produksi Karet

Getah pohon karet atau lateks biasanya dipisahkan dengan kandungan karet di dalamnya dengan cara tertentu yang menghasilkan suatu produk yang biasa disebut dengan koagulan. Koagulan tersebut selanjutnya diproses menjadi karet alam setengah jadi dengan melakukan beberapa cara atau tehnik tertentu. Secara tradisional karet alam telah dibuat menjadi lembaran yang kualitasnya bisa dikategorikan secara visual atau mudah untuk dibedakan. Selain dalam bentuk lembaran karet alam juga diperdagangkan dalam bentuk crepes, yang mana dalam bentuk crepes ini juga mudah untuk dibedakan dalam mutunya hanya dilihat dari penampilannya. Metode pengolahan menjadi lembaran dan bentuk crepes ini masih banyak dipergunakan oleh para petani pada saat ini.

perusahaan-karet_20160223_173539

Produksi dan Produktivitas Perkebunan Karet

1. Perkebunan Rakyat

Dengan luas lahan 257.582 ha, perkebunan karet rakyat di Sumatera Utara pada tahun 2015 mampu memproduksi 208.390 ton karet dengan produktivitasnya sebesar 817 kg/ha. Pada tahun 2016 dengan luas lahan 258.612 ha, mampu memproduksi 209/428 ton karet dengan produktivitasnya sebesar 823 kg/ha. Pada tahun 2017 dengan luas lahan 261.095 ha, mampu memproduksi 214.454 ton karet dengan produktivitasnya sebesar 836 kg/ha. Di Sumatera Utara produksi terbanyak dari perkebunan rakyat yang berada di daerah Mandailing Natal dan Langkat.

2. Perkebunan milik Perusahaan BUMN (PTPN)

Dengan luas lahan 64.185 ha, perkebunan karet milik perusahaan BUMN (PTPN) di Sumatera Utara pada tahun 2015 mampu memproduksi 80.634 ton karet dengan produktivitasnya sebesar 1.487 kg/ha. Pada tahun 2016 dengan luas lahan 64/262 ha, mampu memproduksi 80.666 ton karet dengan produktivitasnya sebesar 1.486 kg/ha. Pada tahun 2017 dengan luas lahan 64.333 ha, mampu memproduksi 80.924 ton karet dengan produktivitasnya sebesar 1.488 kg/ha. Di Sumatera Utara produksi terbanyak dari perusahaan BUMN berada di daerah Serdang Bedagai dan Simalungun.

3. Perkebunan milik Perusahaan Swasta

Dengan luas lahan 105.641 ha, perkebunan karet milik perusahaan BUMN (PTPN) di Sumatera Utara pada tahun 2015 mampu memproduksi 120.810 ton karet dengan produktivitasnya sebesar 1.529 kg/ha. Pada tahun 2016 dengan luas lahan 107.437 ha, mampu memproduksi 122.220 ton karet dengan produktivitasnya sebesar 1.545 kg/ha. Pada tahun 2017 dengan luas lahan 108.436 ha, mampu memproduksi 124.171 ton karet dengan produktivitasnya sebesar 1.557 kg/ha. Di Sumatera Utara produksi terbanyak dari perusahaan swasta berada di daerah Asahan dan Labuhan Batu.

Sumber :

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Karet
  2. http://www.industrikaret.com/proses-pengolahan-karet-mentah.html
  3. http://ditjenbun.pertanian.go.id/tinymcpuk/gambar/file/statistik/2017/Karet-2015-2017.pdf

Luas Areal Perkebunan Karet di Sumatera Utara

 

Sumatera Utara merupakan  salah satu pusat perkebunan di Indonesia. Komoditi hasil perkebunan yang paling  penting dari Sumatera Utara saat ini antara lain Kelapa Sawit, Karet, Kopi, Coklat dan Tembakau.

Perkebunan Karet Rakyat

rubber1

Luas tanaman karet rakyat di Sumatera Utara selama periode 2013-2016 mengalami pertumbuhan rata-rata  sebesar 0,45% per tahun. Pada tahun 2013 luas tanaman karet rakyat adalah sebesar 394.113,57 ha, menjadi 394.519 ha  pada tahun 2016. Kabupaten Mandailing Natal, Langkat, dan Padang Lawas Utara merupakan pusat perkebunan karet rakyat di Sumatera Utara.

Perkebunan milik Perusahaan BUMN (PTPN)

perkebunannews-karet_ss

 

Luas areal tanaman karet milik PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) di Sumatera Utara pada tahun 2015 diperkirakan sekitar 64.185 hektar, sedangkan pada tahun 2016 mengalami kenaikan menjadi 64.262 hektar, dan mengalami kenaikan lagi pada tahun 2017 menjadi 64.333 hektar.

Perkebunan milik Perusahaan Swasta

61170714kebunkaretwisataindonesiabiz

Luas areal tanaman karet milik perusahaan swasta di Sumatera Utara pada tahun 2015 memiliki lahan seluas 105.641 ha, mengalami kenaikan pada tahun 2016 menjadi 107.437 ha, dan naik lagi pada tahun 2017 menjadi 108.436 ha.

Sumber :

  1. http://www.sumutprov.go.id/untuk-dunia-usaha/perkebunan-dan-kehutanan
  2. Annual Report PT. Nusantara 3 (Holding)
  3. http://ditjenbun.pertanian.go.id/tinymcpuk/gambar/file/statistik/2017/Karet-2015-2017.pdf